Blogger Widgets
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 November 2014



Oleh Abdul Al-Hafizh


“Hari gini ngga punya pacar? payah banget sih lo…!” itulah kata yang diucapkan salah satu teman ana ketika tahu ana ngga punya pacar. Dalam hati ana cuma bilang, “Yang payah itu siapa? yang payah itu elo, masa ngelanggar aturan tuhan ko bangga! Sungguh aneh…!” akan tetapi berhubung itu teman udah lama temenan ama ana jadinya perkataan itu cuma ana pendam dalam hati.
Bagi sebagian orang seperti teman ana itu mungkin pacaran adalah suatu hal yang biasa, bahkan ada yang lebih ekstrim yang menganggap bahwa pacaran itu adalah suatu keharusan,

Jumat, 31 Oktober 2014



Cinta kepada lain jenis merupakan hal yang fitrah bagi manusia. Karena sebab cintalah, keberlangsungan hidup manusia bisa terjaga. Oleh sebab itu, Allah Ta’ala menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan kenikmatan bagi penghuni surga.

Islam sebagai agama yang sempurna juga telah mengatur bagaimana menyalurkan fitrah cinta tersebut dalam syariatnya yang rahmatan lil ‘alamin. Namun, bagaimanakah jika cinta itu disalurkan melalui cara yang tidak syar`i? Fenomena itulah yang melanda hampir sebagian besar anak muda saat ini. Penyaluran cinta ala mereka biasa disebut dengan pacaran.

Jumat, 29 Agustus 2014


  1. Al – Kindi (185-260 H/801-873 M)
Nama lengkapnya adalah Abu Yusuf Ya’kub bin Ishak bin Sabbah bin Imran al-Ash’ats bin Qays al-Kindi. Ia adalah filosuf muslim pertama yang berasal dari suku Kindah. Al-Kindi berusaha menjelaskan hubungan agama dengan filsafat. Ia mengatakan antara filsafat dengan agama tidak ada pertentangan dan tidak perlu dipertentangkan, karena keduanya sama-sama mencari kebenaran. Titik temu pada kebenaran inilah kemudian menyebabkan banyak ilmuwan muslim dan lainnya mengkaji pemikiran filsafat Yunani – Romawi sehingga filsafat menjadi salah satu hasil dan bentuk pemikiran muslim yang sangat cemerlang saat itu.
Dalam catatan M.M Syarif, al-Kindi memiliki karya sejumlah 270 buah, berupa tulisan yang mencakup pemikiran ilmu pengetahuan lain, seperti filsafat, kedokteran, logika, ilmu hitung, music, astronomi, psikologi, politik, dan lain-lain. Karya dan pemikirannya ini memberikan motivasi bagi para filosuf dan ilmuwan lain untuk melakukan kajian yang sama, sehingga ilmu pengetahuandan filsafat mengalami perkembangan yang sangat pesat.